4 Cara Merawat Jersey Supaya Tetap Wangi dan Tidak Lembap

Ilustrasi bau badan yang timbul dari jersey yang dipakai. (Foto: Rachata Teyparsit)

Kenapa Jersey Sering Bau Apek?

Pernah mengalami jersey yang sudah dicuci bersih, tapi begitu dipakai malah tercium bau apek? Situasi seperti ini cukup sering terjadi, terutama kalau jersey masih menyimpan sisa kelembapan. Kalau dibiarkan terus, bukan cuma bikin tidak nyaman saat dipakai, tapi juga bisa mempercepat kerusakan serat kain.

Apalagi sekarang jersey tidak lagi terbatas untuk olahraga saja. Banyak orang memakainya sebagai bagian dari gaya sehari-hari. Karena itu, perawatan yang tepat jadi penting supaya jersey tetap awet, wangi, dan kelihatan rapi seperti baru.

1. Cara mencuci jersey yang benar

Bahan jersey berbeda dengan kaus biasa, sehingga cara mencucinya pun tidak bisa disamakan begitu saja.

Balik jersey sebelum dicuci

Membalik jersey sebelum dicuci membantu membersihkan bagian dalam yang paling sering terkena keringat. Selain itu, cara ini juga melindungi sablon atau bordir agar tidak cepat rusak akibat gesekan.

Bilas dulu tanpa deterjen

Sebelum menambahkan deterjen, bilas jersey dengan air bersih terlebih dahulu. Langkah ini membantu mengangkat sisa keringat dan kotoran ringan agar tidak menempel terlalu dalam di serat kain.

Pilih deterjen yang lembut

Gunakan deterjen cair dengan formula ringan agar kain tetap nyaman dan tidak kasar. Walaupun banyak jersey modern sudah dilengkapi teknologi anti-bau dan antibakteri, perawatan manual yang tepat tetap dibutuhkan agar fitur tersebut tetap bekerja maksimal.

2. Pengeringan: jangan simpan kalau baju belum kering

Bagian ini sering dianggap sepele, padahal sangat menentukan apakah jersey akan tetap segar atau justru bau lagi.

Pastikan benar-benar kering

Jersey harus benar-benar kering sebelum disimpan di lemari. Sedikit saja lembap, bau apek bisa muncul kembali dan menyebar ke pakaian lain di atas dan bawahnya.

Manfaatkan kipas angin

Saat cuaca tidak mendukung, kipas angin bisa membantu mempercepat proses pengeringan. Aliran udara membantu air menguap tanpa membuat kain kehilangan elastisitas akibat panas berlebihan.

Alternatif lainnya adalah nyalakan hair dryer seperlunya ke bagian jersi yang masih basah/lembap.

3. Cara menyimpan jersey supaya tetap segar

Setelah dicuci dan dikeringkan dengan benar, cara penyimpanan juga tidak kalah penting supaya jersi selalu fresh.

Digantung atau dilipat?

Menggantung jersey membantu menjaga bentuk kerah dan bahu tetap rapi. Namun, jika ruang lemari terbatas, melipat jersey juga aman selama dilakukan dengan rapi dan dalam kondisi kering.

Tambahkan silica gel

Silica gel di dalam lemari berguna untuk menyerap kelembapan berlebih. Dengan begitu, risiko bau apek dan jamur bisa ditekan sejak awal.

Jangan terlalu padat

Lemari yang terlalu penuh membuat sirkulasi udara terhambat. Akibatnya, udara lembap mudah terperangkap dan bau pun lebih cepat muncul.

4. Kenali bahan jersey yang kamu punya

Saat ini, banyak bahan jersey dibuat dari bahan daur ulang yang lebih ramah lingkungan. Bahannya ringan dan nyaman, tapi perlu perawatan sedikit lebih teliti agar tetap lembut dan tidak cepat kusam.

Fitur seperti moisture-wicking dan antikusut memang sangat membantu dalam penggunaan sehari-hari. Meski begitu, perawatan dasar yang konsisten tetap menjadi faktor utama agar jersey tahan lama.

Penutup cara merawat jersey: perawatan kecil, dampak besar

Merawat jersey sebenarnya tidak rumit, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat dan konsisten. Dengan mencuci secara benar, mengeringkan sampai benar-benar kering, serta menyimpan dengan rapi, jersey akan tetap wangi dan nyaman dipakai kapan saja.

Anggap saja ini sebagai investasi kecil supaya jersey andalanmu selalu siap menemani aktivitas olahraga maupun gaya harian.

Praktisi pemasaran digital. Fokus di kepenulisan, SEO, dan Paid Ads.

You might also like
Shopping cart

No products in the cart

Return to shop
Chat WhatsApp
WhatsApp