
Kami menggunakan cookies dari pihak ketiga untuk meningkatkan pengalaman berkunjung Anda.

Pernah mengalami jersey yang sudah dicuci bersih, tapi begitu dipakai malah tercium bau apek? Situasi seperti ini cukup sering terjadi, terutama kalau jersey masih menyimpan sisa kelembapan. Kalau dibiarkan terus, bukan cuma bikin tidak nyaman saat dipakai, tapi juga bisa mempercepat kerusakan serat kain.
Apalagi sekarang jersey tidak lagi terbatas untuk olahraga saja. Banyak orang memakainya sebagai bagian dari gaya sehari-hari. Karena itu, perawatan yang tepat jadi penting supaya jersey tetap awet, wangi, dan kelihatan rapi seperti baru.
Bahan jersey berbeda dengan kaus biasa, sehingga cara mencucinya pun tidak bisa disamakan begitu saja.
Membalik jersey sebelum dicuci membantu membersihkan bagian dalam yang paling sering terkena keringat. Selain itu, cara ini juga melindungi sablon atau bordir agar tidak cepat rusak akibat gesekan.
Sebelum menambahkan deterjen, bilas jersey dengan air bersih terlebih dahulu. Langkah ini membantu mengangkat sisa keringat dan kotoran ringan agar tidak menempel terlalu dalam di serat kain.
Gunakan deterjen cair dengan formula ringan agar kain tetap nyaman dan tidak kasar. Walaupun banyak jersey modern sudah dilengkapi teknologi anti-bau dan antibakteri, perawatan manual yang tepat tetap dibutuhkan agar fitur tersebut tetap bekerja maksimal.
Bagian ini sering dianggap sepele, padahal sangat menentukan apakah jersey akan tetap segar atau justru bau lagi.
Jersey harus benar-benar kering sebelum disimpan di lemari. Sedikit saja lembap, bau apek bisa muncul kembali dan menyebar ke pakaian lain di atas dan bawahnya.
Saat cuaca tidak mendukung, kipas angin bisa membantu mempercepat proses pengeringan. Aliran udara membantu air menguap tanpa membuat kain kehilangan elastisitas akibat panas berlebihan.
Alternatif lainnya adalah nyalakan hair dryer seperlunya ke bagian jersi yang masih basah/lembap.
Setelah dicuci dan dikeringkan dengan benar, cara penyimpanan juga tidak kalah penting supaya jersi selalu fresh.
Menggantung jersey membantu menjaga bentuk kerah dan bahu tetap rapi. Namun, jika ruang lemari terbatas, melipat jersey juga aman selama dilakukan dengan rapi dan dalam kondisi kering.
Silica gel di dalam lemari berguna untuk menyerap kelembapan berlebih. Dengan begitu, risiko bau apek dan jamur bisa ditekan sejak awal.
Lemari yang terlalu penuh membuat sirkulasi udara terhambat. Akibatnya, udara lembap mudah terperangkap dan bau pun lebih cepat muncul.
Saat ini, banyak bahan jersey dibuat dari bahan daur ulang yang lebih ramah lingkungan. Bahannya ringan dan nyaman, tapi perlu perawatan sedikit lebih teliti agar tetap lembut dan tidak cepat kusam.
Fitur seperti moisture-wicking dan antikusut memang sangat membantu dalam penggunaan sehari-hari. Meski begitu, perawatan dasar yang konsisten tetap menjadi faktor utama agar jersey tahan lama.
Merawat jersey sebenarnya tidak rumit, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat dan konsisten. Dengan mencuci secara benar, mengeringkan sampai benar-benar kering, serta menyimpan dengan rapi, jersey akan tetap wangi dan nyaman dipakai kapan saja.
Anggap saja ini sebagai investasi kecil supaya jersey andalanmu selalu siap menemani aktivitas olahraga maupun gaya harian.
Praktisi pemasaran digital. Fokus di kepenulisan, SEO, dan Paid Ads.
No products in the cart
Return to shop